-Tholabul 'ilmi atau menuntut ilmu belajar agama adalah suatu ibadah yang sangat agung, tinggi, dan mulia di dalam agama kita.
-Agama islam adalah dinul ilmi
-Nabi ﷺ bersabda :
 مَن يُرِدِ اللَّهُ به خَيْرًا يُفَقِّهْهُ في الدِّينِ
-Beberapa nasihat tentang tholabul 'ilmi :
1.Harus kita tanamkan dalam hati kita
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Allah memerintahkan kita untuk belajar agama :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
2.Jika ada yang bertanya amalan atau ibadah apa yang paling mudah memasukkan seseorang untuk masuk surga, maka jawabannya adalah belajar ilmu agama
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Dijelaskan oleh para ulama bahwa طريق untuk mendapatkan ilmu yang paling utama adalah mendatangi majlis ilmu, kemudian bisa juga dengan membaca buku agama, dst
3.Orang yang belajar agama adalah yang paling bisa mengamalkan hadist :
تركتُ فيكم أَمْرَيْنِ لن تَضِلُّوا ما تَمَسَّكْتُمْ بهما : كتابَ اللهِ وسُنَّةَ نبيِّهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ
4.Orang yang  berilmu adalah orang-orang yang Allah muliakan, maka jangan sampai kita masuk ke dalam barisan orang-orang yang merendahkan orang-orang yang Allah muliakan.
 ‏‏يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Di dalam ayat lain Allah berfirman :
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ
Di dalam kitab Fiqih bab الصيد والذبائح para ulama membedakan hukum hasil buruan الكلب المعلم  dengan الكلب غير المعلم
6.Agama kita melarang untuk qona'ah terhadap ilmu agama dan justru menganjurkan kita untuk tamak terhadap ilmu agama.
 قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بن مسعود -رضي الله عنه- : «مَنْهُومَانِ لَا يَشْبَعَانِ: صَاحِبُ الْعِلْمِ وَصَاحِبُ الدُّنْيَا وَلَا يَسْتَوِيَانِ، أَمَّا صَاحِبُ الْعِلْمِ: فَيَزْدَادُ رِضًا لِلرَّحْمَنِ، وَأَمَّا صَاحِبُ الدُّنْيَا فَيَتَمَادَى فِي الطُّغْيَانِ
7. Al-Imam Ahmad bin Hambal -rahimahullah- pernah berkata :
الْعِلْمُ لَا يَعْدِلُهُ شَيْءٌ لِمَنْ صَحَّتْ نِيَّتُهُ، قِيلَ: وَكَيْفَ تَصِحُّ نِّيَّتُهُ؟ قَالَ: يَنْوِي أَنْ  يَرْفَعَ الْجَهْلَ عَنْ نَفْسِهِ وَعَنْ غَيْرِهِ

Sumber Gambar : www.nir-osra.org/uploads/images/4ad095fe78cdbe260e9d6126e18303a8.jpg

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama