Apabila kita memperhatikan dan merenungi hakikat kehidupan ini, maka kita dapati bahwa kehidupan itu dipenuhi dengan kesusahan, kesulitan, dan penderitaan. Walaupun dalam kehidupan juga terdapat kenikmatan dan kesenangan, namun kenikmatan dan kesenangan tersebut tetap tidak sempurna dan banyak kekurangannya, banyak cacatnya. Sebagaimana  firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ
“Sungguh kami telah menciptakan manusia, yang mana keadaan manusia itu adalah selalu dalam keadaan kesulitan dan kesusahan .” (QS. Al-Balad: 25)
Kalau kita renungi kehidupan ini, kita dapat juga bahwa sebenarnya kehidupan kita ini hanyalah melewati satu masalah kemudian menghadapi masalah berikutnya, untuk menghadapi suatu kesedihan dan nanti akan datang lagi kesedihan berikutnya, dan juga untuk mengalami penderitaan dan setelah selesai penderitaan tersebut kita akan mengalami penderitaan yang lain. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ
“Sesungguhnya engkau akan melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)”
Ditafsirkan oleh para ulama yang bisa kita baca di tafsir Ibnu Katsir dengan menukil perkataan Ibnu Jarir At-Thobari :
حالا بعد حال وأمرا بعد أمر من الشدائد
"Engkau akan melewati keadaan yang sulit kemudian keadaan sulit yang lainnya, kemudian melewati suatu perkara yang sulit kepada perkara sulit lainnya.
Itulah hakikat kehidupan sebenarnya, kemdian yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan kehidupan kita seperti ini, yaitu banyak kekurangannya, banyak yang tidak sempurna, banyak kesedihan, banyak kekecewaannya? maka jawabannya adalah agar kita sadar bahwa kita hidup di dunia ini tidak selama-lamanya kita akan mati dan akan ada nanti kehidupan berikutnya yang mana pada kehidupan tersebut kita akan memilih berdasarkan pilihan kita di dunia.
Apakah kita memiliki kebaikan atau keburukan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
"Dan kami tunjukkan  dua jalan"
Yaitu kami tunjukkan kepada mereka kepada manusia ada dua jalan, ada jalan kebaikan dan ada jalan keburukan.
Maka siapa yang memilih jalan kebaikan maka dia akan bahagia pada kehidupan selanjutnya yaitu di akhirat dia akan merasakan kenikmatan yang tidak ada kesedihan di dalamnya, dia akan merasakan kesenanganan yang tidak ada penderitaan di dalamnya
Atau jika seseorang memilih keburukan sehingga dia pun akan menjalani, akan menghadapi penderitaan pada kehidupan selanjutnya, yang mana diatidak ada kebahagiaan lagi di dalamnya, penyiksaan yang tidak ada hentinya.
Maka di antara tujuan Allah menjadikan dunia diliputi oleh kesusahan, kesedihan, agar kita merindukan
kehidupan surga, semenderita apapun kita hidup di dunia ini, biarlah yang penting kita harus berusaha agar kita termasuk orang-orang yang pantas mendapatkan surga, berusaha mentaati Allah dengan ibadah dan menjauhi larangan-larangnannya, kita harus sadar surga adalah cita-cita semua orang yang beriman. Allah berfirman di dalam hadist qudsi : 
أعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ، مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ علَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh, kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata mereka, tidak pernah didengar oleh telinga mereka, dan tidak pernah terbetik di benak manusia.”
Sungguh rugi orang yang sudah menderita hidupnya di dunia, mengalami begitu banyak masalah, kemudian juga menderita di akhirat. Maka itulah Imam Ahmad ketika ditanya :
متى الراحة يا إمام ؟ فأجاب : عند أول قدم تضعها في الجنة
“Kapankah seorang hamba beristirahat?” beliau menjawab, “Ketika kaki sudah sampai surga”
Maka di dunia ini kita memang harus mengalami penderitaan, kesulitan, kita harus sabar sabar untuk taat kepada Allah, sabar untuk tidak bermaksiat kepada Allah, sabar untuk beribadah, mengerjakan shalat lima waktu di masjid, sabar meninggalkan apa saja yang Allah haramkan karena ketika kaki seseorang sudah melangkah di surga, dia tidak akan pernah merasakan kesulitan lagi tidak melakukan kesedihan lagi.
Allah ﷻ berfirman,
ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ
“Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.” (QS. Al-A’raf: 49)
Masuklah kalian ke dalam surga yang mana surga tersebut tidak ada lagi kekhawatiran/ketakutan tentang masa depan dan kalian tidak akan merasakan kesedihan terhadap hal-hal yang menimpa kalian di masa lalu.
Surga adalah cita-cita kita semua, surga adalah cita-cita orang yang beriman bahkan manusia yang paling bertakwa manusia yang paling mulia manusia yang paling tinggi derajatnya yaitu para nabi pun meminta surga kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Cita-cita mereka adalah surga. Di antarnya Kholilur Rahman Nabi Ibrahim pun berdoa :
وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
“Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.” (QS. Asy-Syuara’: 85)
Bahkan nabi kita pun Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam cita-cita beliau adalah masuk surga,  diantaranya beliau berdoa :
اَللَّهُمَ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ
“Ya Allah aku mohon padamu surga.” 
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam juga menasehati umatnya untuk banyak-banyak meminta surga kepada Allah,
فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ
“Maka jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus, karena itu adalah surga yang paling tengah dan tertinggi.”
Maka semenderita apapun seseorang di dunia ini, entah kesulitan untuk membeli makan, kesulitan untuk mendapatkan pakaian, tidak bisa beli baju misalnya, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ . وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ
“Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya.”(QS. Taha: 118-119)
Bagaimana seorang akan merasakan kelaparan, sedangkan makanan begitu melimpah, semua adalah makanan terenak dan telezat.Bagaimana seseorang kesulitan untuk mendapatkan pakaian, padahal semua pakaian di surga itu Allah berikan begitu melimpah dan yang paing padahal pakaian yang terbaik karena yang terindah, bagaiamana pendduk surga  akan merasakan kehausan karena minuman begitu melimpah begitu nikmat begitu banyak kita ambil sepuasnya gratis tidak perlu memikirkan tagihan dan seterusnya dan kalian tidak akan merasakan terik dan panas karena yang namanya cuaca yang panas itu adalah azab enggak bisa banyak kalau Bagaimana kalau suatu cuaca itu sangat panas tambah lagi kalau malam tidak bisa tidur habis sudah tidak ada terik matahari
Maka di dalam surga juga seseorang tidak akan pernah sakit karena sakit adalah musibah yang sangat ditakuti oleh manusia Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, dikatakan kepada penduduk surga :
إنَّ لَكُمْ أنْ تَصِحُّوا فلا تَسْقَمُوا أبَدًا وإنَّ لَكُمْ أنْ تَحْيَوْا فلا تَمُوتُوا أبَدًا وإنَّ لَكُمْ أنْ تَشِبُّوا فلا تَهْرَمُوا أبَدًا وإنَّ لَكُمْ أنْ تَنْعَمُوا فلا تَبْأَسُوا أبَدًا
“Wahai para penghuni surga, sesungguhnya kalian akan senantiasa sehat dan tidak pernah sakit selama lamanya. Sesungguhnya kalian akan senantiasa hidup dan tidak akan mati selama lamanya. Sesungguhnya kalian akan senantiasa muda dan tidak akan pernah tua selamanya. Sesungguhnya kalian akan senantiasa bahagia dan tidak ada kesengsaraan selama lamanya.”
Maha benar Allah subhanahu wa ta'ala dengan FirmanNya :
وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا
“Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang agung.” (QS. Al-Insan: 20)
Yang namanya rumah itu adalah istana kalau disebutkan rumah dalam surga tidak ada di surga itu orang rumah yang ngontrak atau rumahnya kecil semua penduduk surga rumahnya itu adalah istana Allah maka disebut kita tidak perlu banting tulang untuk mencari nafkah karena di sana bukan tempat beramal dan bekerja Surga itu hanyalah tempat untuk istirahat.

KHUTBAH KEDUA
Setelah kita mengetahui betapa nikmatnya surga maka tentu itu akan menambah Keinginan kita menambah motivasi untuk kita untuk untuk mengamalkan untuk untuk takut untuk patuh kepada Allah Subhana taat kepada Allah dan menjauhi larangan Allah agar kita bisa masuk surga namun pertanyaannya adalah Apakah ada cara untuk itu jalan pintas menuju surga maka dalam sebuah hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam :
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Mengapa belajar ilmu agama itu adalah karena :
yang pertama bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala pun mencintai amal saleh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala mencintai itu belajar ilmu agama sebagai agama itu memiliki pahala yang besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala 
Kemudian yang kedua dengan kita belajar ilmu agama kita mengetahui apa saja yang Allah cintai sehingga kita perlu melakukannya ataupun mengerjakannya dan apa saja yang Allah Benci Dan Allah larang kita pun menjauhinya kemudian yang ketiga dengan belajar ilmu agama kita mengetahui apa hak terbesar atau kewajiban terbesar yang harus kita lakukan dan Apa hal yang paling Allah benci sehingga kita jauhkan maka hal yang perlu dicintai adalah yaitu ibadah 
ibadah yang murni hanya kepada Allah itu mentauhidkan Allah bahwa kita harus beribadah hanya kepada Allah apapun ibadah nampak ataupun tidak nampak itu harus ditujukan kepada Allah dan Allah paling Membenci kesyirikan itu menduakan Allah bahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan mengampuni dan akan memasukkan ke dalam neraka bagi orang yang menduakan Allah disebutkan Allah dan ibadah yang akan memasukkan ke dalam neraka selama-lama ialah Maka kata-kata selama-lama itulah kata-katanya sangat mengerikan kita saja Misalnya kalau kita disuruh menunggu di suatu tempat walaupun di situ tidak ada hukumannya tidak tapi hanya dengan kata selama-lamanya waktu itu mungkin tidak bisa ada penderitanya luar biasa proses sampai seorang orang menyimpulkan menuntut ilmu agama adalah jalan yang paling ringkas menuju surga demikianlah khotbah Jumat kalian sebelum makan Assalamualaikum

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama