KhutbahJumat – Persiapan ramadhan

إِنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ ﷺ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ، أَمَّا بَعْدُ
Jamaah sholat jumat rahimani warahimakulloh . . .
Pertama-tama, marilah kita untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala. Karena iman dan takwa adalah modal untuk keselamatan dunia dan akhirat,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati, kecuali dalam keadaan sebagai muslim.” (QS. At-Talaq: 4)
Kemudian sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi yang mulia Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, shahabat, dan pengikut beliau hingga hari kiamat.
Jamaah sholat jumat rahimani warahimakumullah...
Alhamdulillah tidak terasa kita sudah masuk bulan yang ke-8 dari bulan-bulan hijriah yaitu bulan sya’ban, yang berarti bulan depan, kita sudah masuk bulan yang ke-9 yaitu bulan ramadhan. Semoga Allah Ta’ala memanjangkan umur kita agar sampai kepada bulan yang mulia tersebut, allahumma ballighna ramadhan.
Di antara tanda keimanan adalah senang dengan datangnya momen-momen ketaatan, seseorang yang paling paling sempurna imannya yaitu Nabi kita Muhammad ﷺ sangat senang dengan dekatnya ramadhan, sampai-sampai beliau tidak bisa menahan rasa gembira di dalam hati nya seraya berkata :
قدْ جاءَكمْ شهرُ رمضانَ ، شهرٌ مباركٌ افترضَ اللهُ عليكُمْ صيامَهُ ، يفتحُ فيهِ أبوابُ الجنةِ ، ويغلقُ فيهِ أبوابُ الجحيمِ ، وتغلُّ فيهِ الشياطينُ ، فيهِ ليلةٌ خيرٌ مِنْ ألفِ شهرٍ ، مَنْ حُرِمَ خيرَها فقدْ حرِمَ
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”
Syaikh Utsaimin juga pernah menjelaskan tentang sebuah ayat yang sangat mengerikan, yang bisa kita baca di surat At-Taubah ayat 46:
وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِن كَرِهَ اللَّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ
“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu".
Maka kita perlu berhati-hati dan memperhatikan keadaan diri kita, apabila datang momen-momen ketaatan, namun kita dapati diri kita biasa saja, atau bahkan kita malas atau bahkan mungkin kita suka dengan ketaatan tersebut, bisa jadi Allah memang tidak suka dengan ketaatan kita, Allah tidak suka dengan amal ibadah kita, yang mana hal tersebut dikarenakan dosa-dosa yang kita lakukan, membuat Allah melemahkan semangat dan keinginan kita untuk beribadah,
Dalam ayat ini mereka yang Allah halangi dari amal ibadah, Allah lemahkan semangat mereka dalam beribadah dikarenakan dosa kemunafikan, yaitu keimanan mereka hanya di lisan saja, namun sebenarnya keimanan itu tidak masuk ke dalam hati mereka. Waiyyadzu billah.
Maka kesimpulan dari ayat tersebut apabila kita memang jujur dalam menyambut ketaatan, dalam hal ini yaitu bulan Ramadhan, tentu kita harus mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari, para orang-orang sholeh terdahulu mempersiapkan diri mereka 6 bulan sebelum datangnya bulan ramadhan. Maka apa saja yang perlu kita persiapkan :
1. Pertama : ilmu
Sebagaimana ini adalah prinsip kita sebagai seorang muslim yang dijelaskan oleh ulama-ulama kita di antaranya Al Imam Al-Bukhori, al ilmu qoblal qouli wal amal. Jadi apapun amal ibadahnya kita persiapkan semua ilmunya, kita pelajari, kita baca buku penjelasan tentang amalan ibadah tersebut, mendengarkan ceramah dan mencatatnya, kita catat dalil-dalilnya dari Al-Quran maupun hadist. Misalnya dalam ibadah puasa, kita pelajari mulai dari hukum-hukumnya, tata caranya, rukun-rukunnya, syarat-syaratnya, pembatal-pembatalnya dan seterusnya. Allah berfirman :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Katakanlah, ‘tidak mungkin disamakan antara orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu.” (QS. Az-Zumar[39; 9)
Sebagaimana kita lihat dan kita rasakan sendiri, suatu amal ibadah yang kita mengetahui ilmunya, tentu akan lebih berkualitas dan lebih bagus dibandingkan amal ibadah yang kita cuma ikut-ikutan dengan rang lain.
2. Puasa
Kita perbanyak puasa sunnah di bulan sya’ban ini, agar fisik kita sudah terbiasa dengan puasa, sehingga ketika kita masuk bulan sya’ban, kita tidak mengalami sindrom hari pertama puasa, yaitu rasa lemah, lemas dikarenakan tubuh kita kaget tidak pernah puasa sunnah selama setahun penuh. Istri beliau ﷺ Aisyah mengatakan,
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
3. Mulai tilawah Al-Quran
Kita mulai tilawah membaca Al -Quran di bulan sya’ban ini, agar kita terbiasa dan tidak merasa berat ketika tilawah di bulan Ramdhan, kita mulai dari selembar dua lembar dari setiap selesai sholat 5 waktu misalnya, sehingga ketika bulan Ramadan kita sudah siap untuk tancap gas membaca Al -Quran sebanyak-banyak nya. Kita pasang target untuk tahun ini misalnya 2 kali khatam selama bulan ramadhan, sehingga kitapun memiliki komitmen untuk mengkhatamkan Alquran di bulan Ramadhan. Yang mana nama lain dari ramadhan adalah syahrul quran, Allah –Subhanahu wa Ta’ala– berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan yang di dalamnya –mulai- diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan antara yang haq dan yang bathil.” (QS Al-Baqarah: 185)
Dahulu para ulama sampai-sampai menutup majlis-majlis ilmu mereka baik itu hadis, fiqih, dan seterusnya dikarenakan ingin fokus membaca dan mengkhatamkan Al-quran berkali-kali.
أَقٌولُ قَوْلِي هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَخَطِيئَةٍ فَأَسْتَغْفِرُهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، أَللَّهُمَّ صَلِى عَلَيهِ وعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَإِخْوَانِهِ

Jamaah sholat jumat rahimani warahimakulloh . . .
Tidak kalah penting juga kita untuk mempersiap diri kita dari sisi batin atau hati kita. Kita banyak-banyak bertaubat dari dosa-dosa yang mengotori hati kita sehingga menghalangi kita untuk mendekatkan diri kepada Alloh,
Kita bertaubat dari dosa hati berupa perusak-perusak niat seperti riya, sum'ah, ujub, ingin pujian dari manusia dalam beribadah. Semua ini harus kita hilangkan dari hati kita sesegera mungkin sehingga semua ibadah kita diterima oleh Alloh dan kita bisa meraih pahala yang besar dari Alloh. Karena kita tidak diperintahkan oleh Alloh untuk beribadah, kecuali ibadah tsb harus ikhlas, Alloh berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus “
Siapa yang ibadahnya tidak ikhlas, tidak murni hanya untuk Alloh, menginginkan pujian manusia. Maka ibadah tsb tidak diterima oleh Alloh.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
“Aku adalah Yang paling tidak butuh sekutu, barang siapa yang mengamalkan suatu perbuatan, yang di dalamnya dia menyekutukanKu dengan selain Aku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya”
Dan seseorang itu mendapatkan pahala dari ibadahnya tergantung dari niatnya :
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَىِ
“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. “
Demikianlah khutbah jumat kali ini, semoga bermanfaat untuk diri kami pribadi dan jamaah sekalian. ِ
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَات
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
اللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى اللهم إنا نعوذ بك من عذاب جهنم، ومن عذاب القبر، ومن فتنة المحيا والممات، ومن شر فتنة المسيح الدجال
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
َ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama