Ada sebuah pepatah Arab yang mengatakan :
ومن أحب شيئا فهو أسير له
Artinya: “Barang siapa yang mencintai sesuatu maka dia adalah tawanan baginya”
Contohnya adalah kita, kita sangat mencintai gadget yaitu HP misalnya. Kita setiap hari menhabiskan waktu-waktu kita dengan HP, kebanyakan waktu kita kita habiskan untuk bermain HP, bahkan apapun aktivitas kita selalu ditemani oleh HP, kemanapun kita pergi kita akan selalu membawa HP. Bahkan kalau kita pergi dan kita lupa untuk membawa HP misalnya, atau dikarenakan HP kita tertinggal di rumah, maka hati kita pun tidak akan tenang, kita akan risau, kita akan panik, itu dikarenakan karena hati sudah menjadi tawanan bagi HP kita, dikarenakan saking cintanya kita kepada HP kita.
Maka ternyata begitu juga keadaan para salaf orang-orang sholeh terdahulu sangat mencintai namun bukan HP, karena HP belum ada pada zaman tersebut. Tapi terhadap Alquran sebagaimana yang dikisahkan oleh seorang ulama di Masjid Nabawi ketika beliau sedang mengisi majelis taklim di Masjid Nabawi. Beliau menjelaskan apabila ada yang bertanya bagaimana sih keadaan orang-orang Saleh terdahulu terhadap Alquran maka jawaban beliau adalah sama seperti keadaan kita terhadap HP kita, yaitu banyak sekali waktu kita habiskan untuk bersama HP kita seperti itulah para Salaf dahulu orang-orang sudah terdahulu.
Maka seandainya kita habiskan waktu kita dengan Alquran sebagaimana kita habiskan waktu kita dengan handphone kita, maka mungkin setiap 3 hari kita sudah khatam Al-Quran atau paling lama sepekan sekali kita sudah khatam Al-Quran, Allahu Akbar itu merupakan pencapaian yang sangat besar.
Maka marilah bahwa Bapak Ibu sekalian saya mengajak diri saya pribadi dan juga jamaah sekalian untuk semangat membaca Alquran, apalagi kita sekarang berada di bulannya Alquran, Syahrul Quran yaitu bulan Ramadhan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ
"Bulan ramadhan yang diturunkan di dalamnya Alquran"
Jadi di antara kemuliaan Alquran di antaranya adalah dikarenakan diturunkan di bulan Ramadhon, dan di antara kemuliaan bulan ramadhan adalah dikarenakan diturunkan di dalamnya Alquran.
Di dalam ayat lain yang sama-sama kita hafal bersama di surat Al-Qodr Allah berfirman :
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan"
Maka ini menunjukkan antara bulan ramadhan dan Al-Quran memiliki keterkaitan yang sangat erat, maka tidak heran para ulama terdahulu bertambah semangat mereka untuk membaca Al-Quran di bulan ramdhan.
Di antara orang Saleh terdahulu yang sangat mencintai Alquran yaitu sahabat yang mulia yang dari nama beliau diambil untuk menjadi nama Masjid ini yaitu Utsman bin Affan, Beliau pernah berkata :
وإنِّي لَأكْرَهُ أنْ يَأْتِيَ عَلَيَّ يَوْمٌ لا أنْظُرُ فِي المُصْحَفِ
“Sungguh aku membenci, satu hari berlalu tanpa melihat (membaca) Alquran.” (al-Bidayah wa an-Nihayah oleh Ibnu Katsir, 10: 388).
Maka apa alasan kita untuk tidak membaca Alquran, apalagi kalau ternyata kita sudah lancar dan bagus bacaan Qurannya, maka kita tidak boleh menyia-nyiakan nikmat tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, dia berada bersama para malaikat yang mulia lagi terhormat"
Kalau alasan kita tidak membaca adalah tidak bisa membaca Alquran maka kita harus belajar, kalau alasan kita tidak lancar sulit membaca Al-Quran, maka kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ
"dan orang yang terbata-bata di dalam membaca Al-Qur’an serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala”
Maka sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak membaca Alquran, apalagi kita sedang berada di bulan Ramadan, kalau bukan di bulan Ramadan maka bagaimana lagi di luar Ramadan tentu kita akan lebih jauh lagi dari Alquran.
Dan apabalia kita masih terus mencari-cari alasan, maka sudah layaknya kita bertanya, ada apa dengan diri kita. Shahabat yang mulia Utsman bin Affan dalam ucapannya yang sangat terkenal pernah berkata :
لَوْ أنَّ قُلُوبَنا طَهُرَتْ ما شَبِعْنا مِن كَلامِ رَبِّنا
“Jika hati kita suci, maka ia tidak akan pernah puas dari kalam Rabb nya.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, bab al-Adab wa at-Tasawwuf).
Mariah kita tutup dengan ajakan Nabi shallallahu Alaihi Wasallam Nabi kita Nabi yang kita cintai yang selalu mengajak umatnya untuk membaca Alquran Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه،
“Bacalah Al-Qur’an karena Al-Quran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya (dengan tadabbur dan mengamalkannya). (HR. Muslim: 1910).
Semoga bermanfaat wabillahit taufiq, wassalamu'alaykum warohmatulloh wabarakatuh

إرسال تعليق