KhutbahJumat – Dengan Tangan Mana Kau Terima Catatan Amalmu
إِنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ ﷺ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ، أَمَّا بَعْدُ
Jamaah sholat jumat rahimani warahimakulloh . . .
Pertama-tama, marilah kita untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala. Karena iman dan taqwa adalah modal untuk keselamatan dunia dan akhirat,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati, kecuali dalam keadaan sebagai muslim.” (QS. At-Talaq: 4)
Kemudian sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi yang mulia Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, shahabat, dan pengikut beliau hingga hari kiamat.
Jamaah sholat jumat rahimani warahimakumullah...
Sesungguhnya di antara perkara yang bermanfaat bagi seorang mukmin, adalah mempelajari peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di hari akhirat, sebagai bentuk persiapan kepadanya untuk menemui hari tersebut, karena itu adalah hal yang pasti bagi seseorang untuk bertemu dengan hari-hari tersebut, agar seseorang berada atas ilmu dan mempersiapkan dirinya, dan dia tidak menyesal di kemudian hari, dimana penyesalan tersebut tidak ada faedahnya sama sekali.
Di antara sekian peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat, adalah peristiwa تطاير الصحف yaitu di mana buku-buku berterbangan kemudian diberikan kepada pemiliknya masing-masing, buku-buku catatan amal, yang ini adalah peristiwa yang mengerikan.
Dalam satu hadis diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam,
أنَّها ذكَرَتِ النَّارَ، فبَكَتْ، فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم:
Ketika Aisyah radhiyallahu ta'ala anha menangis karena mengingat tentang neraka jahanam, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya :
ما يُبكيكَ ؟ قلتُ : ذَكرتُ النَّارَ فبكيتُ ، فهَل تَذكُرون أهليكُم يومَ القِيامةِ ؟ فقال : أمَّا في ثلاثةِ مواطنَ فلا يذكرُ أحدٌ أحدًا : عِندَ الميزانِ ، حتَّى يَعلمَ أيخفُّ ميزانُه أم يثقُلُ ، وعند تطايُرِ الصُّحُفِ ، حتَّى يعلمَ أينَ يقعُ كتابُه في يمينِهِ أم في شِمالِه أم وراءَ ظهرِه ، وعِندَ الصِّراطِ إذا وُضِعَ بين ظهرَيْ جهنَّمَ ، حتَّى يَجوزَ
“Apa yang membuat engkau menangis wahai Aisyah?” Aisyah radhiyallahu Anhu berkata : Aku ingat tentang neraka jahanam maka aku pun menangis, kemudian Aisyah radhiyallahu Anhu bertanya : Apakah engkau akan mengingat istri-istrimu Nanti pada hari kiamat Ya Rasulullah?, Maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berkata : “Adapun pada tiga kondisi maka seorang tidak akan mengingat yang lainnya, tiga tempat tersebut yang pertama kata Nabi ﷺ ketika ditegakkan timbangan, apakah timbangannya berat atau timbangannya ringan, kemudian yang diberikan kepada pemiliknya sampai dia tahu apakah bukunya jatuh ke tangan kanannya ataukah diterima oleh tangan kirinya, yang ketiga sirat diletakkan di atas neraka jahanam sampai dia melewati sirat tersebut,”
Inilah salah satu dari peristiwa yang mengerikan, adalah ketika seorang menerima catatan amal. Apa itu buku catatan amal? buku catatan amal adalah buku yang ditulis oleh malaikat atas amal-amal yang dilakukan oleh para hamba? kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (١٠)كِرَامًا كَاتِبِينَ (١١)يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
“Sesungguhnya pada diri kalian ada hafidzin yaitu malaikat-malaikat hafadah yang mencatat, malaikat-malaikat yang mulia yang mencatat, yang mereka mengetahui apa yang kalian lakukan”
Semua yang dikerjakan oleh manusia dicatat oleh malaikat tersebut, Allah juga berfirman :
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16) إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17) مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18)
“Sungguh kami telah menciptakan manusia dan kami mengetahui gerak-gerik isi hatinya apa yang dibisikan oleh hatinya, dan kami lebih dekat daripada urat nadinya, ketika dua malaikat berada di sebelah kanan dan di sebelah kiri hadir siap mencatat, tidak ada satu ucapan pun yang terucap kecuali ada malaikat Raqib dan Atid yang mencatat ucapan tersebut.”
Lihatlah semua amalan dicatat, lihatlah semua ucapan dicatat semua tulisan dicatat, semua komentar dicatat, semua penglihatan dicatat, semua pendengaran dicatat, bahkan apa yang terbetik di hati pun dicatat. Dalam hadis, Allah berkata kepada para malaikat :
قالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: قالَ اللَّهُ عزَّ وجلَّ: إذا هَمَّ عَبْدِي بسَيِّئَةٍ فلا تَكْتُبُوها عليه، فإنْ عَمِلَها فاكْتُبُوها سَيِّئَةً، وإذا هَمَّ بحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْها فاكْتُبُوها حَسَنَةً، فإنْ عَمِلَها فاكْتُبُوها عَشْرًا.
“Wahai para Malaikatku jika hambaku berniat melakukan kebajikan, kemudian dia tidak melakukannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika dia mengerjakannya maka tulislah sebagai 10 kebaikan, jika hambaku berniat melakukan keburukan, kemudian dia melakukan keburukan tersebut, maka catatlah sebagai satu keburukan. Jika dia tidak melakukan niat buruknya tersebut maka catatlah sebagai satu kebaikan, sesungguhnya dia meninggalkan kemaksiatan tersebut karena aku.”
Lihatlah, bahkan Malaikat mencatat gerak-gerik hati manusia, jika dia berniat baik, jika dia berniat buruk, maka diketahui oleh para malaikat untuk mencatatnya, sungguh detail catatan para malaikat tersebut.
Ketika seorang meninggal dunia, maka buku catatan amal tersebut ditutup, kemudian diletakkan di lehernya, kemudian akan dibukakan lagi pada hari kiamat kelak. Allah Subhanahu wa taala berfirman :
وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا (13) اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
"Maka setiap manusia kami akan jadikan amal dia tergantung di lehernya,” yaitu akan selalu ada pada dia catatan amalnya, “pada hari kiamat kelak kami keluarkan bagi dia catatan amalnya , dia dapati catatan amalnya terbuka di hadapan dia, Allah berkata : bacalah catatan amalmu sendiri, cukup engkau yang menghisab dirimu "
Maka ketika itulah di hari yang sangat dahsyat tersebut, maka buku-buku pun berterbangan diberikan kepada masing-masing pemiliknya. Siapa yang menerima buku catatan amal tersebut dengan tangan kanan, maka dia akan bahagia, inilah raport amal dia selama hidupnya, dia bangga.
Kata Allah subhanahu wa Ta'ala :
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ (19) إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ (20) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ (21) فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ (22) قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ (23) كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ (24)
"Adapun seorang yang diberikan catatan amalnya dia terima dengan tangan kanannya, maka dia katakan lihatlah bacalah catatan amalku dia bangga dia katakan lihat bacalah dia tahu isinya kebaikan, sungguh ketika aku di dunia Aku tahu aku akan bertemu dengan hari ini, hari dimana catatan amal akan diberikan kepada pemiliknya, maka dia akan mendapati kehidupan yang dia ridai, di surga yang tinggi , yang di mana buah-buahnya dekat mudah untuk dipetik maka dikatakan kepadanya makanlah dan minumlah yang kau sukai karena amal-amal salehmu ketika selama di dunia."
Bagaimana dengan orang yang menerima catatan amal dengan tangan kirinya.
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26)
“Adapun seorang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya , maka dia berkata seandainya aku tidak diberi catatan amal”,
Dia takut dia tahu isinya semuanya keburukan, dia tahu maksiat yang dia lakukan, dia ingat apa yang dia lakukan selama di dunia dia mengatakan :
يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ
“Seandainya aku tidak diberi catatan amal , dan aku tidak tahu, aku tidak diberi tahu apa hisab ku,”
Aku tidak ingin dengan hari ini, dia berkata
يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ
“Seandainya aku mati maka selesai urusan.”
Subhanallah, ketika di dunia perkara yang paling dia benci adalah kematian, namun ketika hari itu perkara yang paling diinginkan adalah kematian.
مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ
“Maka tidak bermanfaat hartaku yang selama ini aku kumpulkan
هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ
“kekuasaanku binasa”,
Tatkala itu tidak ada manfaatnya, tidak ada anak buahnya, tidak ada penolongnya maka dia menyesal pada hari tersebut,
Maka dikatakan kepada dia, kepada para malaikat
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (30)
“peganglah dia tangkaplah dia masukkanlah ke dalam belenggu, “
ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ
“kemudian masukkanlah ke dalam neraka jahanam yang membakarnya.”
Inilah dua model manusia yang akan menerima catatan amal pada hari kiamat kelak.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan kita menerima catatan amal dengan tangan kanan kita.
أَقٌولُ قَوْلِي هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَخَطِيئَةٍ فَأَسْتَغْفِرُهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، أَللَّهُمَّ صَلِى عَلَيهِ وعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَإِخْوَانِهِ
Jamaah sholat jumat rahimani warahimakulloh . . .
Sesungguhnya catatan amal yang akan diserahkan kepada kita adalah catatan yang sangat detail kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ (52)
"Semua yang mereka lakukan ,semua tercatat di Az zubur”
Sebagian ulama menafsirkan maksudnya catatan amal
وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُّسْتَطَرٌ (53)
“baik yang kecil maupun perkara besar semuanya tertulis”. kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا (49)
“Ketika diletakkan buku catatan amal , engkau akan melihat orang-orang Pendosa ketakutan, mereka berkata buku apa ini? tidak ada suatu perkara, baik yang besar maupun yang kecil kecuali tertulis, semua tercatat tidak ada yang luput, dan mereka dapati semua yang pernah mereka lakukan nampak di hadapan mereka,”
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)
"Bahwa siapapun yang melakukan kebaikan sedikit pun dia akan lihat ketika itu, namun siapa yang melakukan keburukan sedikit pun maka dia akan lihat pada hari tersebut"
Ingatlah kita hidup tidak selamanya,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
"Apa kalian menyangka kalian diciptakan begitu saja tidak dihisap tidak dibangkitkan , dan kalian tidak akan dikembalikan kepadaku. "
Kita semua akan dikembalikan kepada Allah, dan akan dibukakan catatan amal kita kelak pada hari kiamat kelak, sekarang kita masih hidup, siapakah pencatat amal buku tersebut yang sesungguhnya? yang mengisi konten buku tersebut adalah kita sendiri, malaikat hanya mencatat, yang dicatat pandangan kita, yang dicatat penglihatan kita, yang dicatat ucapan kita yang dicatat adalah tulisan kita, yang dicatat adalah komentar kita, yang dicatat oleh bisikan-bisikan hati kita.
Sesungguhnya kita yang mengisi buku catatan tersebut, maka isilah dengan kebaikan sebelum datang hari di mana kita menyesal dan tidak ada manfaat pada penyesalan tersebut.
Demikianlah khutbah jumat kali ini, semoga bermanfaat untuk diri kami pribadi dan jamaah sekalian. ِ
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَات
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
اللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى اللهم إنا نعوذ بك من عذاب جهنم، ومن عذاب القبر، ومن فتنة المحيا والممات، ومن شر فتنة المسيح الدجال
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
َ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
Sumber: https://youtu.be/G4Uvk0fjnrQ

Post a Comment

أحدث أقدم