Kita bersyukur kepada Allah yang masih memberikan kita kesempatan untuk beribadah di bulan yang mulia ini yaitu bulan Ramadan. Nikmat beribadah di bulan Ramadan ini adalah nikmat yang sangat besar, seorang ulama yang bernama Ibnu Jauzi -rahimahulloh- di dalam kitabnya At-Tabshiroh berkata :
تالله لوقيل لأهل القبور تمنوا ؛ لتمنوا يوماً من رمضان) التبصرة لابن الجوزي )
"Demi Allah kalau dikatakan kepada penghuni kubur buatlah permintaan, maka mereka akan minta satu hari saja di bulan Ramadhan”
Maka ini menunjukkan bahwa 1 hari saja di bulan ramadhan sangat berharga, sampai-sampai penghuni kubur itu kalau mereka bisa dihidupkan mereka minta satu hari di bulan Ramadan, mereka ibadah secara maksimal agar bisa menyelematkan mereka dari siksa kubur. Maka kita yang masih hidup, sudah selayaknya untuk tidak boleh menyia-nyiakan walaupun satu hari saja di bulan Ramadan.
Pada kesempatan untuk kali ini kami ingin membawakan tema yaitu apa sih tujuan hidup kita di dunia ini? mungkin kita pernah bertanya apa sih tujuan Allah subhanahu wa taala menciptakan kita? Apakah ketika Allah subhanahu wa taala menciptakan kita, menghidupkan kita, memberikan rezeki kepada kemudian kita dibiarkan begitu saja ? Kemudian tidak ada tanggung jawab atas semua perbuatan kita?
Maka kita bisa mendapati jawaban pada pertanyaan-pertanyaan tadi di dalam Alquran, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)
Maka tujuan dari Allah menciptakan kita adalah untuk beribadah kepada Allah, Allah tidaklah menciptakan kita kecuali tujuannya adalah untuk beribadah, maka fitrah kita adalah menghambakan diri kepada Allah.
Maka kemudian pertanyaan selanjutnya adalah, apakah kalau kita beribadah kepada Allah itu dikarenakan kepentingan Allah, atau dengan arti lain apabila kita tidak beribadah berarti Allah rugi?
Maka jawabannya ada pada ayat selanjutnya Allah mengatakan :
مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)
“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 57-58)
Maka dari sini kita menyadari bahwa tujuan kita diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah, yang namanya ibadah bukan hanya di masjid, ketika kita berakhlak yang baik itu adalah ibadah, ketika kita takut untuk berbohong itu adalah ibadah, ketika kita tidak berkata-kata keji menyakiti hati orang lain itu adalah ibadah, maka ibadah itu sangat luas dan kita bisa memenuhi hari-hari kita dengan ibadah.
Kemudian jawaban dari pertanyaan kedua yaitu apakah ketika kita diciptakan oleh Allah kemudian Allah membiarkan kita begitu saja, maka jawabannya pada surat Al-Qiyamah. Allah Ta’ala berfirman,
أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al Qiyamah: 36).
Imam Asy Syafi’i mengatakan,
لاَ يُؤْمَرُ وَلاَ يُنْهَى
“(Apakah mereka diciptakan) tanpa diperintah dan dilarang?”.
Ulama lainnya mengatakan,
لاَ يُثاَبُ وَلاَ يُعَاقَبُ
“(Apakah mereka diciptakan) tanpa ada balasan dan siksaan?” (Lihat Madaarijus Salikin, 1/98)
Maka kesimpulan dari jawaban di dalam Al-Quran adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan kita untuk beribadah kepada Allah dan ibadah tersebut ada yang berupa perintah dan berupa larangan, apabila kita mentaati Allah maka kita akan mendapatkan balasan pahala berupa surga dan apabila kita tidak mentaati Allah kita melanggar larangan-larangan Allah maka kita pun dapat mendapatkan balasannya itu berupa azab dari neraka.
Di dalam surat Al-mulk Allah juga dengan tegas mengabarkan kepada kita tentang tujuan hidup kita di dunia. Allah berfirman (yang artinya),
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“[Allah] Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang lebih bagus amalnya.” (QS. Al-Mulk : 2)
Maka dengan jelas Allah menyatakan tujuan Allah menciptakan kehidupan dan kematian adalah untuk menguji manusia siapa yang yang paling baik amalannya yaitu yang amalannya paling ikhlas paling murni paling tulus hanya untuk Allah dan amalan yang paling benar yang sesuai dengan yang Allah wahyukan kepada Rasul-Nya untuk diajarkan kepada umatnya, inilah ibadah-ibadah yang Allah cintai. Ini tatacara ibadah yang Allah inginkan agar manusia beribadah dengan tatacara ibadah tersebut.
Kami tutup nasihat ini dengan ayat yang para ulama menyebutnya sebagai aslul muhasabah yaitu poko dasar dari muhasabah :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr [59]: 18)

Post a Comment

أحدث أقدم