Terjemah dan harakat kitab Mukhtashor Hilyah Thalibil Ilmi bagian 1
آدَابُ الطَّالِبِ فِي نَفْسِهِ
Pasal Pertama Adab Penuntut Ilmu dalam Dirinya Sendiri
١-الْعِلْمُ عِبَادَةٌ:
أَصْلُ الْأُصُولِ فِي هَذِهِ "الْحِلْيَةِ" بَلْ وَلِكُلِّ أَمْرٍ مَطْلُوبٍ عِلْمُكَ بِأَنَّ الْعِلْمَ عِبَادَةٌ، وَعَلَيْهِ، فَإِنَّ شَرْطَ الْعِبَادَةِ:
1. Ilmu adalah ibadah:
Dasar dari segala dasar dalam 'bekal', bahkan untuk segala perkara yang dicari adalah engkau mengetahui bahwa ilmu adalah ibadah, dan atas dasar itu maka syarat ibadah adalah:

١/ إِخْلَاصُ النِّيَّةِ لِلَّهِ - سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى – ؛ لِقَوْلِهِ تَعَالَى:

a. Ikhlas karena Allah Ta’ala, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَمَآ أُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْااللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَآءَ

Padahal mereka tidak diperintah kecuali supaya menyembah Allah Ta’ala dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus,. (QS. al-Bayyinah:5)

وَفِي الْحَدِيثِ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: "إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ...".

Dan dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya segala amal disertai niat...'

فَإِنْ فَقْدَ الْعِلْمُ إِخْلَاصَ النِّيَّةِ، انْتَقَلَ مِنْ أَفْضَلِ الطَّاعَاتِ إِلَى أَحَطِّ الْمُخَالَفَاتِ، وَلَا شَيْءَ، يُحْطِّمُ الْعِلْمَ مِثْلُ: الرِّيَاءِ، وَالتَّسْمِيعِ...

Maka jika ilmu sudah kehilangan niat yang ikhlas, ia berpindah dari ketaatan yang paling utama kepada kesalahan yang paling rendah dan tidak ada sesuatu yang meruntuhkan ilmu seperti riya, sum'ah dan yang lain nya.

وَعَلَيْهِ، فَالْتَزِمْ التَّخَلُّصَ مِنْ كُلِّ مَا يَشُوبُ نِيَّتَكَ فِي صِدْقِ الطَّلَبِ، كَحُبِّ الظُّهُورِ، وَالتَّفَوُّقِ عَلَى الْأَقْرَانِ ،

Atas dasar itulah, maka engkau harus membersihkan niatmu dari segala hal yang mencemari kesungguhan menuntut ilmu, seperti ingin terkenal dan melebihi teman-teman.

فَإِنَّ هَذِهِ وَأَمْثَالَهَا إِذَا شَابَتْ النِّيَّةُ، أَفْسَدَتْهَا، وَذَهَبَتْ بَرَكَةُ الْعِلْمِ ،

Maka sesungguhnya hal ini dan semisalnya, apabila mencampuri niat niscaya ia merusaknya dan hilanglah berkah ilmu.

وَلِهَذَا يَتَعَيَّنُ عَلَيْكَ أَنْ تَحْمِيَ نِيَّتَكَ مِنْ شَوْبِ اَلْإِرَادَةِ لِغَيْرِ اَللَّهِ - تَعَالَى - بَلْ وَتَحْمِي اَلْحِمَى.

Karena inilah engkau harus perhatian menjaga niatmu dari pencemaran keinginan selain Allah Ta’ala, bahkan engkau menjaga daerah terlarang.

٢/ اَلْخَصْلَةُ اَلْجَامِعَةُ لِخَيْرَيْ اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: "مَحَبَّةُ اَللَّهِ - تَعَالَى - ، وَمَحَبَّةُ رَسُولِهِ "، وَتَحْقِيقُهَا، بِتَمَحُّضِ الْمُتَابَعَةِ وَقَفْوِ الْأَثَرِ لِلْمَعْصُومِ.

b. Perkara yang menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat: yaitu cinta kepada Allah Ta’ala dan rasul-Nya dan merealisasikannya dengan memurnikan mutaba'ah dan mengikuti jejak langkah beliau.

Post a Comment

أحدث أقدم